LAPORAN ANGKA KEJADIAN HAIs (HEALTHCARE ASSOCIATED INFECTIONS) JULI-SEPTEMBER 2017

Kategori : Artikel Kamis, 16 November 2017

LAPORAN KEJADIAN INFEKSI
RUMAH SAKIT JIWA ACEH – BULAN JULI-SEPTEMBER 2017

A. Distribusi Kejadian HAIs
Berikut ini distribusi kejadian HAIs di Rumah Sakit Jiwa Aceh Bulan Juli-September Tahun 2017:
Tabel 1. Laporan Kejadian HAIs di Rumah Sakit Jiwa Aceh Bulan Juli-September Tahun 2017

 

Berdasarkan data pada gambar diatas dapat diketahui bahwa kejadian infeksi HAIs yang tinggi pada bulan Juli-September 2017 di Rumah Sakit Jiwa Aceh adalah Kutu sebanyak 61 pasien

 

Tabel 2. Kejadian HAIs di Rumah Sakit Jiwa Aceh Bulan Juli-September Tahun 2017

 

C. Kejadian HAIs (Healthcare Associated Infection)

1. Tinea
Berikut ini laporan angka kejadian Tinea di Rumah Sakit Jiwa Aceh bulan Juli-September 2017

Tabel 3. Laporan angka kejadian Tinea di Rumah Sakit Jiwa Aceh Juli-September 2017

Berdasarkan data pada gambar diatas dapat diketahui bahwa kejadian Tinea pada bulan Juli-September 2017 mengalami penurunan, yaitu dari angka 3,7 % pada bulan Juli dan Agustus menurun menjadi angka 3 % pada bulan September

 

2. Kutu

Berikut ini laporan kejadian Kutu di Rumah Sakit Jiwa Aceh bulan Juli-September 2017

 

Tabel 4. Laporan angka kejadian Kutudi Rumah Sakit Jiwa Aceh Juli-September 2017

 

Berdasarkan data pada gambar diatas dapat diketahui bahwa kejadian Kutu pada bulan Juli-September 2017 mengalami penurunan, yaitu dari angka kejadian 8% pada bulan Juli menjadi 3,8 % pada bulan September.

 

 

3. Skabies

Berikut ini laporan angka kejadian Skabies di Rumah Sakit Jiwa Aceh bulan Juli-September 2017.

 

Tabel 5. Laporan angka kejadian Skabies di Rumah Sakit Jiwa Aceh Juli-September 2017

 

 

 

Berdasarkan data pada gambar diatas dapat diketahui bahwa kejadian Skabies pada bulan Juli-September 2017 bersifat fluktuatif, yaitu mengalami kenaikan dan penurunan pada periode tertentu. Kejadian infeksi Skabies tertinggi ada bulan Juli sebanyak 1 %.

 

4. Phlebitis

Berikut ini laporan kejadian Phlebitis di Rumah Sakit Jiwa Aceh bulan Juli-September 2017

 

Tabel 6. Laporan angka kejadian Phlebitis di Rumah Sakit Jiwa Aceh bulan Juli-September 2017

 

 

Berdasarkan data pada gambar diatas dapat diketahui bahwa angka kejadian Phlebitis pada bulan Juli-September 2017 adalah 0 ‰ atau tidak ada pasien yang mengalami infeksi Phlebitis yang terjadi setelah pemasangan infus

 

5. ISK

Berikut ini laporan angka kejadian ISK di Rumah Sakit Jiwa Aceh bulan Juli-September 2017

 

Tabel 7. Laporan angka kejadian ISK di Rumah Sakit Jiwa Aceh bulan Juli-September 2017

 

Berdasarkan data pada gambar diatas dapat diketahui bahwa angka kejadian ISK pada bulan Juli-September 2017 adalah 0 ‰ atau tidak ada kejadian infeksi ISK yang terjadi setelah pemasangan kateter urin.

C. Analisa
1. Angka kejadian Tinea : Jumlah kasus yang disurvey 993 pasien, rata-rata angka kejadian Tinea 3,4 % (34 pasien yang terinfeksi)
2. Angka kejadian Kutu : Jumlah kasus yang disurvey 993 pasien, rata-rata angka kejadian Kutu 6,3 % (61 pasien yang terinfeksi)
3. Angka kejadian skabies : Jumlah kasus yang disurvey 933 pasien, rata-rata angka kejadian Skabies 0,6 % (6 pasien yang terinfeksi)
4. Angka kejadian phlebitis : Jumlah pasien yang dipasang infus 58 pasien, tidak ada yang mengalami phlebitis. Angka kejadian phlebitis 0 ‰.
5. Angka kejadian ISK : Jumlah pasien yang dipasang kateter urin 2 pasien, angka kejadian ISK 0 ‰ atau tidak ada pasien terinfeksi ISK setelah pemasangan kateter urin.

D. Evaluasi
1. Angka kejadian kutu di RS Jiwa Aceh di bulan Juli 8%, Agustus 7% dan September 3,8. Angka kejadian kutu tersebut masih diatas standar infeksi kutu <5%, penyebab masih banyaknya pasien yang mengalami infeksi kutu dapat disebabkan oleh :
a. Jarak tempat tidur pasien berdekatan
b. Pasien sering berpindah-pindah tempat tidur
c. Pemakaian alat bersama seperti memakai sisir bersama, seprei, dan bantal
2. Pemahaman petugas IPCN tentang infeksi kutu sudah memadai, dan informasi tentang kutu juga sudah disampaikan ke petugas ruangan, namun kepatuhan akan pasien dalam menjaga kebersihan masih kurang.

E. Upaya Tindak Lanjut
1. Mengumpulkan formulir surveilance di setiap ruang rawat inap tiap bulan
2. Berkoordinasi dengan kepala ruangan rawat inap saat terjadi infeksi nosokomial dan infeksi yang berpotensi menjadi KLB
3. TIM PPI RS mengadakan sosialiasasi tentang infeksi nosokomial
4. Untuk mencegah munculnya angka kejadian kutu :
a. Memantau pasien dan memberikan edukasi agar tidak berpindah-pindah tempat tidur
b. Setiap pasien memakai handuk masing-masing, tidak boleh menggunakan handuk pasien lain
c. Kepatuhan petugas dalam menggunakan APD dan cuci tangan sesuai SPO
d. Reedukasi tentang APD dan cuci tangan

 


F. Rekomendasi
1. Mohon kepada pihak manajemen RS untuk mengadakan fasilitas cuci tangan dengan sabun dan air di bale melur
2. Mohon kepada pihak manajemen RS untuk dapat menyediakan bed pasien dengan jarak yang tidak terlalu dekat antara satu pasien dengan pasien lain. Terutama di ruang Bale Teratai.

 

 

 

 

 

 

Sosial

Sholat

Kota: Banda Aceh
Lat: 5.53
Lng: 95.32