Indeks Berita

Larva Nyamuk Sebarkan 'Polusi Mikroplastik' ke Rantai Makanan

Kamis, 20 September 2018 Larva atau jentik-jentik nyamuk kini diketahui telah menelan apa yang disebut mikroplastik, atau keping-keping plastik sangat kecil yang terdapat dalam air limbah. Keping-keping plastik ini akhirnya bisa mencapai rantai makanan termasuk makanan manusia. Mikroplastik adalah kepingan-kepingan kecil plastik yang terurai dari bahan-bahan buatan manusia seperti pakaian sintetis, ban mobil dan bahkan lensa kontak, yang kini banyak mengotori lautan dan sungai-sungai di dunia. Karena kecilnya, mikroplastik ini hampir tidak terlihat dengan mata biasa dan sulit untuk dikumpulkan untuk dimusnahkan. Bahan-bahan plastik itu bisa mencederai satwa laut dan diperkirakan akan menimbulkan bahaya bagi kesehatan manusia yang memakannya. Tapi kini para periset di Universitas Reading di Inggris yakin telah menemukan bukti untuk pertama kalinya bahwa mikroplastik bisa masuk ke dalam ekosistem kita lewat nyamuk dan hewan-hewan terbang lainnya. Tim periset itu menyaksikan bagaimana larva nyamuk menelan mikroplastik, yang kemudian berpindah ke dalam tubuh nyamuk dewasa. Ini berarti, hewan-hewan lain yang memakan nyamuk itu sekaligus akan menelan mikroplastik tadi. “Hasilnya kemungkinan bisa dilihat dalam konteks yang lebih luas,” kata Amanda Callaghan, pakar biologi di Universitas Reading, kepada kantor berita AFP. “Kami hanya melihat nyamuk-nyamuk itu sebagai contoh, tapi ada banyak serangga lain yang hidup di air dan punya siklus larva seperti nyamuk itu,” katanya. Hewan-hewan yang makan serangga itu termasuk beberapa jenis burung, kelelawar dan laba-laba, yang pada gilirannya diburu dan dimakan oleh hewan-hewan lain. “Pada dasarnya, ini adalah jalur polusi yang belum pernah kita pertimbangkan sebelumnya,” kata Callaghan. Dan ini adalah masalah besar, karena limbah plastik yang sudah ada dalam lingkungan kita kini, akan terus menghantui kita untuk waktu lama. (ii)

PBB: Tiap 5 Detik, 1 Anak Meninggal

Selasa, 18 September 2018 Sekitar 6,3 juta anak meninggal dunia sebelum umur 15 tahun pada 2017 atau satu dalam tiap lima detik, umumnya akibat tidak adanya air, sanitasi, nutrisi dan layanan kesehatan yang pokok, menurut laporan beberapa lembaga PBB, Selasa (18/9). Mayoritas dari kematian itu, yaitu sebanyak 5,4 juta, terjadi dalam lima tahun pertama kehidupan mereka, separuh terjadi pada bayi baru lahir, kata laporan itu, seperti dilansir oleh Reuters. “Dengan solusi sederhana seperti obat-obatan, air bersih, listrik dan vaksinasi,” jumlah itu dapat dikurangi secara dramatis kata Laurence Chandy, pakar pada Dana PBB untuk Anak-anak atau UNICEF. Tetapi, tanpa tindakan mendesak 56 juta anak balita, separuh di antaranya bayi baru lahir, akan meninggal antara sekarang dan 2030. Secara global pada 2017 separuh dari kematian anak balita terjadi di sub-Sahara Afrika, di mana satu dalam 13 anak meninggal dunia sebelum berumur 5 tahun. Di negara yang berpenghasilan tinggi angkanya ialah satu per 185 anak, menurut laporan yang dikeluarkan UNICEF, WHO dan Bank Dunia. Didapati sebagian besar balita meninggal karena sebab yang dapat dicegah atau diobati seperti komplikasi ketika lahir, pneumonia, diare, neonatal sepsis dan malaria. Di kalangan anak yang lebih tua, umur 5 sampai 14 tahun, penyebab utama kematian adalah luka atau cedera terutama karena tenggelam dan kecelakaan lalu lintas. [al]  

Zimbabwe Nyatakan Keadaan Darurat Wabah Kolera

Minggu, 16 September 2018 Zimbabwe telah menyatakan keadaan darurat di Harare menyusul tewasnya 20 orang dan lebih dari 2.000 kasus terkait penyakit yang ditularkan lewat air seperti salmonela, tipus, dan kolera.

Regulator Swedia Akhiri Investigasi Aplikasi Kontrasepsi

Kamis, 13 September 2018 Regulator Swedia telah mengakhiri investigasi mereka mengenai suatu aplikasi kontrasepsi, setelah mendapati bahwa tingkat kehamilan yang tidak dikehendaki, yang menjadi sorotan media, ternyata sesuai dengan data klinis. Badan Produk-Produk Medis Swedia Kamis (13/9) menyatakan suatu evaluasi mendapati sekitar 7 persen perempuan yang menggunakan aplikasi Natural Cycles hamil pada semester pertama tahun ini, setara dengan tingkat kegagalan “penggunaan tipikal” dalam studi klinis yang diajukan untuk mendapatkan sertifikasi Eropa. Pihak berwenang melakukan penyelidikan setelah laporan mengenai kehamilan yang tidak dikehendaki mengundang perhatian ke perusahaan rintisan Swedia yang meluncurkan aplikasi tersebut. Natural Cycles bulan lalu menjadi perangkat kontrasepsi digital pertama yang mendapat persetujuan Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika (FDA) untuk dipasarkan, menggarisbawahi peningkatan tajam penggunaan aplikasi kesehatan di perangkat seluler. Regulator pemasaran Inggris pada Agustus lalu menetapkan bahwa iklan perusahaan pembuat aplikasi tersebut di Facebook mengandung klaim yang menyesatkan. [uh]

Eksekutif Farmasi AS: ‘Kewajiban Moral’ Jadi Alasan Peningkatan Tajam Harga Obat

Kamis, 13 September 2018 Seorang eksekutif perusahaan farmasi AS membela peningkatan tajam harga antibiotik sebesar 400 persen menjadi hampir US$ 2.400 per botol sebagai “kewajiban moral,” sebuah klaim yang mendorong teguran dari kepala regulator obat-obatan di Amerika Serikat. CEO Nostrum Pharmaceuticals, Nirmal Mulye, menyatakan kepada Financial Times ia memiliki “kewajiban moral untuk menjual produk tersebut di tingkat harga tertinggi,” mendorong harga campuran antibiotik yang disebut nitrofuantoin dari US$ 474,75 menjadi US$ 2.392 per botol.  WHO menyebutkan obat itu adalah sebuah obat “penting” untuk pengobatan infeksi saluran kemih bagian bawah. Mulye mengatakan kepada surat kabar itu, “Saya rasa itu adalah sebuah kewajiban moral untuk menghasilkan uang saat ada kesempatan.  Ini adalah ekonomi kapitalis dan apabila anda tidak dapat menghasilkan uang, usaha anda tidak akan dapat bertahan.” Ia membandingkan keputusan yang ia buat untuk meningkatkan harga dengan seorang penyalur karya seni yang menjual “sebuah lukisan seharga setengah miliar dolar” dan mengatakan ia “berkecimpung dalam usaha untuk menghasilkan uang.” Komisioner the Food and Drug Administration, Dr. Scott Gottlieb, menampik justifikasi Mulye terkait peningkatan harga, dengan menyatakan, “Tidak ada kewajiban moral untuk mengungkit harga dan memanfaatkan pasien.” Ia mengatakan FDA “akan terus mendorong adanya kompetisi sehingga para spekulan dan mereka yang tidak peduli pada konsekuensi kesehatan publik tidak dapat mengambil keuntungan dari mereka yang benar-benar membutuhkan obat.” Sengketa terkait harga antibiotik muncul di tengah timbulnya keluhan berkala oleh Presiden Donald Trump yang merasa harga obat-obatan di Amerika Serikat terlalu mahal. Pada bulan Mei, Trump mengungkapkan rencana untuk mencoba meningkatkan kompetisi di antara para produsen obat dalam upaya untuk menekan harga obat-obatan. “Para pelobi di bidang farmasi mencetak keuntungan luar biasa yang dibebankan pada para pasien warga Amerika,” ujar Trump. [ww]

Meningkatnya Krisis Kanker Global Diharapkan untuk Dorong Seruan untuk Bertindak

Kamis, 13 September 2018 Data yang baru menunjukkan peningkatan signifikan insiden kanker di tingkat global.  The International Agency for Research on Cancer, sebagai bagian dari World Health Organization, memperkirakan adanya peningkatan kasus-kasus kanker baru pada 18 juta orang, termasuk tingkat kematian yang mencapai 9,6 juta orang per tahunnya. Laporan yang membahas 36 jenis kanker di 185 negara, menemukan satu dari lima pria dan satu dari 6 wanita di seluruh dunia menderita kanker di masa hidupnya dan lebih banyak pria dibandingkan wanita yang mengalami kematian akibat penyakit ini.  Laporan tersebut mengungkapkan hampir setengah dari kasus-kasus baru dan lebih dari setengah kematian akibat kanker tahun ini terjadi di Asia, karena hampir 60 persen dari populasi global hidup di sana. Data menunjukkan kanker paru-paru dan kanker payudara, diikuti oleh kanker usus besar, prostat dan perut, bertanggung jawab atas tingginya angka kasus-kasus baru di tingkat global.  Laporan tersebut mengutip bahwa kanker paru-paru adalah penyebab utama kematian, dimana 1,8 juta kematian di tahun 2018 diakibatkan oleh kanker jenis ini. Kepala Pemantauan International Agency for Research on Cancer, Freddie Bray, menyatakan menjelang tahun 2040, angka kasus-kasus kanker yang baru diproyeksikan akan meningkat hingga 29,3 juta dengan jumlah kematian yang mencapai 16,3 juta jiwa. “Peningkatan beban akibat penyakit kanker, beban kanker yang naik dua kali lipat menjelang tahun 2040, akan terjadi di negara-negara dengan tingkat pembangunan sosial-ekonomi terendah,” ujar Bray.  “Beberapa di antaranya terletak di Sub-Sahara Afrika, sementara yang lainnya di Amerika Selatan, dan lainnya di Asia Selatan.  Namun negara-negara yang menghadapi peningkatan beban akibat penyakit kanker saat ini tidak cukup dibekali untuk menghadapi peningkatan beban yang terus terjadi.” Etienne Krug adalah direktur pada Departemen Penyakit Tidak Menular di bawah World Health Organization.  Ia mengatakan banyak dari risiko utama kanker yang merenggut jiwa dapat dicegah dengan mengurangi konsumsi tembakau dan alkohol, berolahraga lebih sering, dan mengkonsumsi makanan yang tepat. “Dan kita juga dapat berbuat lebih banyak lagi dengan meningkatkan imunisasi untuk beberapa jenis kanker seperti kanker serviks dan kanker hati, contohnya,” ujar Krug.  “Jadi untuk mereka yang didiagnosa dengan kanker, menderita kanker bukan akhir dari segalnya.” Krug menyatakan tingkat kemampuan penderita kanker untuk bertahan hidup dapat ditingkatkan dengan penguatan layanan kesehatan, perbaikan diagnosa dini, dan memberikan akses yang tepat kepada pengobatan.  Ia menambahkan perawatan paliatif harus diberikan kepada mereka dengan penyakit tingkat lanjut untuk mengurangi penderitaannya. [ww]

Tidur Berdampak Besar Pada Prestasi Akademik

Rabu, 12 September 2018 Mahasiswa yang ingin mendapatkan nilai bagus, disarankan untuk menghindari begadang dan tidak mengambil kelas pagi karena, menurut sebuah penelitian terbaru, kurang tidur kemungkinan akan berakibat buruk pada hasil akademik. Menurut penelitian tersebut, kurang tidur memiliki dampak buruk pada prestasi akademik yang setidaknya sama dengan efek yang ditimbulkan oleh konsumsi minuman keras atau narkoba. Setiap malam dalam satu pekan dimana mahasiswa mengalami gangguan tidur, terkait dengan penurunan indeks prestasi kumulatif (IPK) sebesar 0,02 poin dan meningkatkan risiko tidak akan melanjutkan mata kuliah sebanyakan 10 persen. “Mahasiswa yang memiliki jam tidur rutin yang baik memiliki nilai IPK lebih tinggi sebanyak 0,14 poin dibandingkan mahasiswa yang selalu kurang tidur,” kata J. Roxanne Prichard, Direktur Penelitian di Universitas St. Thomas di Saint Paul, Minnesota. “Saat anda mengerjakan pekerjaan sekolah dalam kondisi cukup istirahat, anda akan menyelesaikan pekerjaan dan menyelesaikan persoalan yang rumit dengan lebih efisien,” tambah Prichard. Penemuan tersebut melibatkan 55.322 mahasiswa melalui survei yang diadakan pada 2009.. Secara keseluruhan, mahasiswa memiliki IPK rata-rata sebesar 3,21 dan rata-rata mengalami kesulitan tidur selama 2,4 malam dalam sepekan, susah untuk tidur cepat atau tetap terjaga, bangun dengan merasa seperti tidak tidur, atau merasa kelelahan pada siang hari. Penelitian menemukan, mahasiswa tahun pertama adalah yang paling sering mendapatkan nilai buruk sebagai dampak dari kesulitan tidur, menurut studi tersebut. Di kalangan para mahasiswa baru, makin sering mereka mengalami kesulitan tidur, memicu dampak yang sama pada nilai IPK dengan dampak yang ditimbulkan mengkonsumsi minuman keras dan obat-obatan terlarang. Untuk mahasiswa tingkat atas, dampaknya sama dengan dampak yang ditimbulkan dari berada dalam hubungan yag penuh kekerasan. Hanya masalah kesulitan belajar dan depresi atau kegelisahan yang mempunyai dampak lebih besar pada kesuksesan akademik dari pada dampak dari kualitas tidur. Mahasiswa baru memiliki risiko kegagalan sebanyak 14 persen dalam sebuah mata kuliah akibat tidak mendapatkan tidur yang cukup. Namun, edukasi mengenai perlunya istirahat yang cukup belum menjadi standar program orientasi mahasiswa baru, yang biasanya mencakup topik-topik kesehatan, seperti stress, kecanduan minuman keras, penyalahgunaan narkoba, hubungan seksual aman, dan kekerasan terhadap pasangan. Lebih dari 2/3 mahasiswa yang ikut dalam penelitian mengatakan bahwa mereka tidak menerima informasi apapun dari universitas tempat mereka belajar mengani masalah tidur.mengenai edukasi mengenai tidur. Namun sebaliknya, 83 persen mengaku bahwa mereka mendapatkan edukasi mengenai penggunaan narkoba dan alkohol. Namun tetap saja, hasil-hasil penelitian menunjukkan mahasiswa bisa mendapat manfaat dari edukasi edukasi mengenai cara tidur tepat waktu, kata Dr. James Pagel dari Universitas Coloradi Anschutz Medical Campus di Aurora. Idealnya, mahasiswa tidur selama 7-9 jam setiap malam, kata Mary Hysing dari Inversitas Bergen di Norwegia.berkata melalu surat elektronik. [vp/ft]  

Ibu Kota Zimbabwe Waspadai Wabah Kolera

Rabu, 12 September 2018 Para pejabat kesehatan Zimbabwe waspada setelah lima orang meninggal tampaknya akibat wabah kolera di Ibu Kota, Harare. Wabah kolera pada 2008 menewaskan 5.000 orang di negara Afrika selatan itu, yang mengalami kesulitan pasokan air bersih dan sanitasi. Kondisi di Indonesia lebih baik dari situasi yang dilaporkan Wartawan VOA Columbus Mavhunga dari Harare.

Pejabat: 2 Kekhawatiran Wabah Penyakit di Bandara AS Terkait Jemaah Haji

Senin, 10 September 2018 Dua kekhawatiran utama terkait wabah penyakit di bandara-bandara AS terkait dengan penerbangan-penerbangan yang mengangkut jemaah Haji, yang tiba dari kota suci Mekah, Saudi Arabia, yang berakhir pada akhir bulan Agustus, ujar para pejabat kesehatan AS pada hari Jumat. Para pejabat AS hari Rabu mengirimkan tim tanggap darurat yang dibekali dengan peralatan diagnosis bergerak ke Bandara Internasional John F. Kennedy di New York setelah mereka mendapatkan informasi bahwa lebih dari 100 penumpang maskapai penerbangan Emirates yang tiba dari Dubai menunjukkan gejala-gejala yang mirip flu. Dr. Martin Cetron, direktur divisi Migrasi Global dan Karantina di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, menyatakan kepada Reuters dalam sebuah wawancara lewat telepon bahwa para pejabat kesehatan mengevaluasi hampir 549 penumpang di bandara, dan mengirimkan total 11 orang ke rumah sakit setempat untuk menjalani pengujian lebih lanjut. Sepuluh orang diuji untuk menjalani tes sekelompok besar virus dan bakteri yang menyerang pernafasan dengan harapan untuk menyingkirkan bibit penyakit berbahaya yang dapat menimbulkan ancaman terhadap kesehatan publik. Hasil uji dari dua dari sepuluh orang itu hasilnya positif untuk sejenis virus khususnya virus flu tipe A yang menular, dan satu dari dua orang itu juga menderita pneumonia, di samping juga terinfeksi virus lain yang menyerang pernafasan, ujar Cetron.  Orang ketiga hasil tesnya positif tertular virus yang menyebabkan demam. Ketiganya baru saja melaksanakan ibadah Haji, yang tahun ini diikuti oleh 2 juta orang di Mekah, ujar Cetron. Tujuh awak pesawat, yang naik dari Dubai dan tidak ikut melaksanakan ibadah haji, hasil tesnya negatif dari penularan sejumlah virus yang menyebabkan infeksi pernafasan yang menimbulkan kekhawatiran munculnya masalah kesehatan publik, ujar Cetron.  Hari berikutnya, tim medis melakukan penyaringan terhadap dua penerbangan yang tiba di Philadelphia dari Eropa setelah 12 orang melaporkan gejala-gejala yang mirip flu.  Satu dari 12 orang itu baru saja kembali dari Mekah untuk melakukan ibadah haji. Cetron menyatakan para pejabat kesehatan di New York telah bersiap untuk melakukan karantna terhadap sekelompok besar penumpang yang menderita sakit di sebuah kawasan di bandara.  Dari total 11 penumpang yang dilarikan ke rumah sakit, 10 orang hasilnya menderita gejala-gejala infeksi pernafasan; satu menunjukkan tanda-tanda keracunan makanan. "Insiden ini jauh lebih ringan.  Ini adalah sesuatu yang tidak biasa,” ujaar Cetron.  “Acapkali informasi yang diperoleh dari berbagai sumber dibesar-besarkan melebihi apa yang kita dapati.” Keseluruhan 10 pasien yang didiagnosa mengalami gejala-gejala infeksi pernafasan diketahui tidak tertular apa yang disebut dengan Middle East Respiratory Syndrome (MERS), sebuah infeksi pernafasan yang sangat menular dan mematikan yang pertama kali diketahui timbul di Timur Tengah di tahun 2012. CDC sebelumnya tidak diberitahu terlebih dahulu tetang dua penerbangan yang tiba di Philadelphia dari Paris dan Munchen, namun beberapa penumpang telah mengeluh sakit, yang menyebabkan dilakukannya “pemeriksaan medis” terhadap 250 orang yang tiba dengan kedua penerbangan itu, ujar seorang juru bicara. Dua belas orang penumpang diketahui menderita sakit tenggorokan dan batuk, dan satu orang lainnya positif tertular flu, sebagaimana ditegaskan oleh seorang juru bicara CDC. Tanggapan yang dilancarkan adalah bagian dari jaringan pejabat kesehatan yang terlatih dengan baik dalam mengenali dan menanggulangi penyebaran bibit-bibit penyakit di bandara-bandara di AS dan pelabuhan masuk lainnya, ujar Cetron. “Permasalahan paling penting yang kami hadapi adalah untuk mengetahui timbulnya beberapa penyakit yang berhubungan dengan saluran pernafasan yang secara signifikan dapat menyebabkan permasalahan kesehatan publik,” ujar Cetron. Cetron menyatakan CDC memantau basis-basis data untuk melacak timbulnya wabah penyakit menular yang dapat menimbulkan ancaman di Amerika Serikat.  Meskipun peluangnya rendah, MERS menjadi perhatian utama dari tim dengan mencoba untuk mengatasinya, ujarnya. “Probabilitasnya rendah, kejadian dengan konsekuensi tinggi yang kita ingin tanggulangi,” ujarnya. CDC menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kasus-kasus tersebut mengingatkan kepada kita bahwa musim influenza telah tiba, dan mendesak seluruh warga AS berusia enam bulan atau lebih untuk mendapatkan vaksinasi anti flu sebelum akhir Oktober. [ww]

Satu dari 8 Obat Penting Kemungkinan Palsu

Rabu, 05 September 2018 Sekitar satu dari delapan obat-obatan penting yang beredar di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, kemungkinan palsu atau mengandung bahan-bahan berbahaya, sebuah riset menunjukkan, Reuters melaporkan. Para peneliti memeriksa lebih dari 350 penelitian yang menguji 400 ribu sampel obat di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Secara keseluruhan, hampir 14 persen adalah obat tiruan, sudah kadaluarsa atau berkualitas rendah dan pasti tidak seaman dan seefektif yang diharapkan oleh para pasien. “Obat berkualitas rendah memiliki sedikit atau tidak sama sekali bahan aktif (dan) bisa memperpanjang kesembuhan penyakit, mengakibatkan kesalahan perawatan dan menyumbang pada resistensi obat,” kata penulis studi utama, Sachiko Ozawa dari Universitas California Utara di Chapel Hill. “Atau mungkin mempunyai efek yang berlebih sehingga menyebabkan overdosis,” kata Ozawa menambahkan dalam emailnya. “Jika obat tersebut terkontaminasi atau memiliki bahan aktif, obat tersebut bisa meracuni, menimbulkan dampak buruk interaksi obat atau kematian yang sebenarnya dapat dihindari.” Sebagian besar penelitian mengenai obat palsu atau obat tidak aman dilakukan di Afrika dan sebagian penelitian untuk analisa terbaru dilakukan di sana. Hampir 1 dari 5 obat-obatan yang diuji di Afrika adalah obat palsu atau berpotensi tidak aman dipakai, kata para peneliti dalam laporan di JAMA Network Open. Sepertiga penelitian lainnya dilakukan di Asia, dimana sekitar 14 persen obat-obatan di sana sudah tidak aman dikonsumsi atau palsu. Antibiotik dan anti-malaria merupakan obat yang sangat sering dipakai dalam analisis. Secara keseluruhan, sekitar 19 persen obat anti-malaria dan 12 persen antibiotik sudah dipalsukan atau tidak aman dikonsumsi. Meski obat palsu atau obat yang tidak memenuhi standar produksi, tidak diragukan lagi dapat merugikan pasien, analisis terbaru masih belum bisa menyimpulkan berapa banyak orang yang menderita efek samping serius atau meninggal akibat mengonsumsi obat palsu. Para peneliti mencoba mengkaji dampak ekonomi dari obat-obatan palsu tersebut dan menemukan kerugian bisa mencapai $10 miliar hingga $200 miliar. Meski studi tidak meneliti negara-negara berpenghasilan tinggi, kekhawatiran mengenai kualitas obat tidak terbatas pada negara-negara yang kurang sejahtera, kata Ozawa. “Bahkan di negara yang berpenghasilan tinggi, membeli obat-obatan murah melalui sumber ilegal secara online bisa mendapatkan obat-obatan yang tidak memenuhi standar atau palsu,” kata Ozawa. “Verifikasi dahulu obat tersebut sebelum membeli dan bantu para pembuat kebijakan untuk mengetahui masalahnya, hingga mereka bisa memperbaiki rantai pasokan obat-obatan global,” kata Ozawa. [vp/ft]

Pelukan Ibu Bantu Tenangkan Bayi Saat Disuntik

Senin, 03 September 2018 Sudah sejak lama air gula atau ASI diberikan kepada bayi-bayi untuk menenangkan mereka saat disuntik. Reuters melaporkan,  sebuah studi baru menunjukkan cara-cara mengurangi rasa sakit pada bayi tersebut bisa lebih ampuh ketika bayi juga didekap dipelukan ibu. Para peneliti secara acak memilih 80 bayi sehat untuk menguji satu dari empat cara mengurangi sakit dengan cara melakukan tes darah menggunakan jarum yang ditusukkan ke tumit para bayi tersebut. Keempat cara itu adalah memberikan air gula saat di meja periksa, memberikan ASI saat di meja periksa; memberikan air gula saat dipeluk oleh ibu mereka; atau menyusui langsung dari sang ibu. Para peneliti memperhatikan ekspresi bayi saat merasakan sakit. Mereka juga menggunakan alat non-infasif untuk mengukur level oksigen dalam otak mereka untuk mendeteksi bagian-bagian otak yang aktif akibat rasa sakit dan efek dari tipe-tipe pengurang rasa sakit. "Secara klinis, pangkuan ibu, dikombinasikan dengan glukosa atau menyusui, memberikan pereda nyeri yang lebih baik daripada pemberian ASI perah dan glukosa saja," kata pengarang senior studi tersebut, Dr. Sergio Demarini, dari Institut Kesehatan Ibu dan Anak di IRCCS Burlo Garofolo di Trieste, Italia. "Alasan mengapa kombinasi dari metode-metode ini lebih berhasil adalah karena fakta bahwa metode-metode tersebut punya mekanisme kerja yang berbeda," kata Demarini melalui email. "Karena itu, efeknya mungkin kumulatif." Penghilang nyeri non farmakologis atau tanpa menggunakan obat-obatan sering digunakan untuk anak-anak saat menjalani tindakan kecil yang menyakitkan, seperti tusuk jarum di tumit, kata para peneliti di jurnal Pedatrics. Beberapa metode yang ditemukan efektif mengurangi rasa sakit dalam tindakan-tindakan medis tersebut, termasuk air gula, menyusui, membedong bayi dengan selimut dan gendong kangguru. Meski beberapa riset sebelumnya juga mencoba mengukur perubahan dalam otak bayi yang terkait dengan berbagai pendekatan berbeda untuk mengurangi rasa sakit, hasilnya berbeda-beda dan menghasilkan gambaran yang kurang jelas mengenai pendekatan mana yang lebih berhasil, kata para penulis.  Dalam studi baru-baru ini, para peneliti menggunakan alat yang disebut near-infrared spectroscop (NIRS). Alat ini menggunakan sensor di luar kepala yang mengeluarkan dan menerima cahaya. Berbeda dengan elektroda yang mendeteksi dorongan, alat itu bisa mendeteksi perubahan oksigenasi, yang menunjukkan aliran darah ke daerah-daerah di sekitar otak di mana aktivitas otak meningkat saat menjalani tes darah dengan tusuk jarum.  Penggunaan berbagai metode berbeda dalam mengurangi nyeri dikaitkan dengan berbagai respon berbeda dalam otak. Dengan pemberian air gula, tampak pengurangan pengiriman sinyal rasa sakit di korteks serebrum atau lapisan permukaan otak yang terdiri dari neuron-neuron, dibandingkan dengan menyusui bayi dengan ASI menggunakan botol susu saat mereka di meja ganti, kata Demarini.  Menyusui terkait dengan penyebaran aktivasi korteks serebrum dengan perasaan positif yang mungkin menutupi rasa sakit dari tusuk jarum, sehingga bayi-bayi menunjukkan sedikit rasa sakit, kata Demarini. Para peneliti tidak mempelajari efek dari memeluk saja karena tindakan ini sudah menunjukkan membantu mengurangi rasa sakit pada bayi pada penelitian lainnya, terutama saat melibat kontak kulit antara ibu dan bayi. Penelitian menemukan sedikit perbedaan pada pereda nyeri antara menyusui dan menggendong bayi yang diberi air gula. "Fakta bahwa (gula) dikombinasikan dengan gendongan lebih efektif daripada hanya pemberian (gula) saja, sekali lagi menunjukkan kekuatan pendekatan multisensor. Menggendong berarti berbicara kepada bayi, gerakan, kehangatan, semuanya bisa mengurangi respon terhadap rasa sakit pada bayi baru lahir," kata Denise Harrison, seorang peneliti di Rumah Sakit Anak Eastern Ontario dan Universitas Ottawa, yang tidak terlibat dalam penelitian. Namun kapanpun memungkinkan, menyusui masih yang terbaik, kata Harrison melalui email. [ft/dw]  

#TrendingTopic 5 Meme Lucu Asian Games: Dari Salah Jojo Hingga Bambang Hartono

Jumat, 31 Agustus 2018 Energi kreatif netizen Indonesia tampaknya meluap-luap sepanjang penyelenggaraan Asian Games 2018. Berbagai peristiwa dan hal yang dianggap unik, langsung disulap menjadi meme.

Irak Hadapi Krisis Kesehatan akibat Air yang Tercemar

Kamis, 30 Agustus 2018 Pejabat-pejabat kesehatan Irak mengatakan, krisis kesehatan akibat air yang tercemar dan kurangnya air minum bersih semakin memburuk dalam beberapa hari belakangan. Rumah sakit di kota pelabuhan Basra tiap hari merawat lebih dari seribu kasus infeksi perut. Krisis itu diperburuk sejak Turki beberapa bulan lalu membuat aliran air ke sungai Tigris dan Efrat berkurang. Serombongan pemuda turun ke jalan di kota Basra hari Selasa memprotes dan menuntut pemerintah pusat pimpinan Perdana Menteri Haidar al Abadi menambah persediaan air minum yang dijatahkan pada propinsi mereka. Tatkala berkunjung ke kota itu bulan Juli, Abadi berjanji akan menambah anggaran untuk infrastruktur propinsi itu. Seorang pemuda yang kawannya tewas dalam aksi protes beberapa pekan lalu, tidak dapat menahan diri dan menangis melihat ketidak mampuan para pemerotes memaksa para pemimpin Irak memperbaiki kondisi layanan publik di Basra terutama infrastruktur air yang sudah tua dan kurangnya persediaan air minum yang dijatahkan oleh pemerintah pusat. Beberapa pejabat kesehatan di Basra memperingatkan ada kemungkinan wabah kolera berjangkit akibat air yang tercemar serta parasit yang dibawanya yang telah menyebabkan ribuan orang sakit dalam beberapa hari belakangan. Direktur Jenderal Departemen Kesehatan Basra Dr Riad Abdul Amir mengatakan kepada televisi Al Hurra keadaan masih bertambah buruk. Dr. Riad mengatakan, ada lebih dari 17,500 kasus sakit perut akibat air minum yang tercemar yang dirawat di rumah sakit di Basra selama dua pekan terakhir. Menurutnya, masalahnya karena pasokan air bersih yang masuk ke kota itu lewat kanal dan pipa dari utara tidak cukup. “Air asin yang menyusup ke dalam jaringan air diketahui mengurangi khasiat chlorine yang dipakai untuk membersihkan dan membunuh bakteria pada air minum,” ujarnya. Dr Safaa Kazem yang merawat puluhan kasus sakit perut dan diare di rumah sakit pendidikan di Basra setiap hari, mengatakan persediaan air minum kota Basra tidak aman untuk diminum. [al]

Jumlah Penderita Penyakit Menular Seksual Capai Rekor Tertinggi di Amerika

Kamis, 30 Agustus 2018 Jumlah penderita penyakit menular seksual seperti Klamidia, Gonore atau Kencing Nanah dan Sifilis, tahun 2017, menyentuh rekor tertinggi  di Amerika, ungkap pejabat Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika, Selasa (28/08), seperti dilansir AFP.

Pasien Kanker Disarankan Merawat Gigi Sebelum Operasi

Rabu, 29 Agustus 2018 Sebuah penelitian di Jepang menunjukkan bahwa pasien yang akan menjalani operasi kanker mungkin dapat mengurangi risiko komplikasi jika melakukan memeriksa gigi ke dokter gigi sebelum operasi.  Peneliti menemukan bahwa pasien yang menemui dokter gigi sebelum operasi memiliki risiko yang lebih kecil terkena pneumonia atau meninggal dalam 30 hari selepas menjalani operasi.  “Perawatan mulut merupakan salah satu cara dalam mencegah pneumonia pasca operasi yang berasal dari endapan sekresi oral dan faring,” kata peneliti dari Universitas Tokyo, Miho Ishimaru.  Dalam tulisan yang diterbitkan British Journal of Surgery, para peneliti mengatakan bahwa bakteri dalam pernafasan dapat tumbuh pada biofilm dan mikroogranisme pada permukaan gigi dan lidah. Perawatan gigi dapat mengurangi risiko terkena pneumonia. “Beberapa penelitian mengatakan bahwa perawatan gigi pra-operasi dapat mengurangi risiko terkena penumonia, namun hal ini masih dibatasi oleh kecilnya sampel eksperimen,” kata Ishimaru kepada Reuters melalui email.  Ishimaru dan tim menganalisa data nasional para pasien yang pernah menjalani operasi untuk kanker-kanker di kepala, leher, kerongkongan, perut, paru-paru, hati, dan dubur, pada 1.600 rumah sakit antara 2012-2015.  Dari 509.000 pasien yang menjalani operasi kanker, 81.600 mendapatkan perawatan gigi pra-operasi.  Sekitar 15.700 pasien terkena pneumonia pasca operasi dan 1.700 meninggal dalam waktu 30 hari setelah operasi. Pada akhirnya, perawatan gigi pra-operasi dapat dikaitkan dengan penurunan setengah-persentase-poin risiko terkena pneumonia dan 8 persen penurunan risiko kematian pasca operasi pada seluruh jenis penyakit.  Di Amerika Serikat, “Pasien yang mengalami kanker pada kepala dan leher hampir semuanya diwajibkan untuk menjalani perawatan gigi karena bagian ini akan sering terkena radiasi sebagai bagian dari perawatan,” kata Dr. Sherry Wren dari Universitas Standford.  Wren dan tim menemukan bahwa kasus pneumonia di rumah sakit Veteran Affairs telah menurun sebanyak 44 persen pada empat tahun terakhir setelah mereka menerapkan program tersebut. Strateginya adalah memberikan pelatihan pada perawat bagaimana cara menghindari pneumonia, cara batuk dan latihan pernafasan, cara membersihkan mulut dua kali sehari dan kontrol rasa sakit yang benar. [vp/ft]  

Kematian Overdosis Obat di AS 2017 Melonjak Hampir 72 Ribu

Rabu, 29 Agustus 2018 Kematian karena overdosis obat-obatan di AS melonjak menjadi hampir 72 ribu pada tahun lalu. Lonjakan angka kematian overdosis obat karena pecandu makin banyak beralih ke opioid sintetis fentanyl yang sangat keras, seiring dengan pengetatan pasokan obat penghilang rasa sakit dengan resep.

Komentari Tubuh Jonatan ‘Jojo’ Christie, Kekaguman atau Pelecehan?

Rabu, 29 Agustus 2018 Nama Jonatan Christie atau yang kerap disapa Jojo melambung tinggi, tidak hanya karena dia berhasil meraih emas Asian Games 2018, tetapi juga karena aksi berulangnya membuka baju saat selebrasi. Menanjaknya popularitas Jojo setidaknya bisa dilihat dari kenaikan jumlah pengikutnya di Instagram. Jelang laga final bulu tangkis tunggal putra yang dimulai Selasa (28/08) siang, jumlah pengikut lelaki 20 tahun itu adalah 758 ribu orang. Namun, tidak sampai 10 jam kemudian, jumlah followersnya menyentuh angka 1,1 juta. Dan menariknya, banyak yang mengomentari Jojo karena fisiknya. Netizen Nurul Hasanah mencuit bahwa “kelopak mata anget” setelah melihat Jonatan bertelanjang dada. Sementara pemilik akun @schleicheraa menulis bahwa Jojo telah membuatnya tersenyum-senyum hari ini, “makasih ya Jo sudah bikin aku cinta.” Namun, fenomena menarik di lini massa terkait selebrasi Jojo adalah ramai digunakannya frasa “Rahim Anget”. Misalnya pengguna Twitter bernama Yan, yang di akunnya menuliskan bahwa melihat Jojo membuka baju membikin “jantung gue disko dan rahim anget. Gimana cara menanganinya?” Yuwi Handayani menggunakan akunnya @yuhanday menambahkan, “mana badannya nyender-able banget lagi. Gusti gakuat aku.” ‏Tak pelak, saking ramainya reaksi di media sosial mengomentari fisik Jojo, membuat budayawan Sudjiwo Tedjo ikut berkomentar. Menggunakan akun resminya, @SudjiwoTedjo yang memiliki lebih 1,5 juta pengikut, Sudjiwo dengan nada seloroh menulis, “Mulai nanti malam bapak2 jangan ada yang mau diajak gituan sama istri, bisa jadi kalian diplekotho krn mereka ngebayangin Jojo yg telanjang dada.” Ramainya pembahasan soal tubuh Jojo yang berotot kering, cukup menarik, mengingat penelitian terkini memperlihatkan bahwa perempuan sekarang lebih menyukai laki-laki yang memiliki 'dadbod' (bertubuh tidak terlalu gemuk, tetapi juga tidak berotot).  Dalam penelitian yang dilakukan pusat kebugaran Planet Fitness terhadap 2.000 perempuan di Amerika, sebanyak 69% di antaranya mengaku lebih menyukai lelaki yang bertubuh 'dadbod'. "Itu perlambang laki-laki nyaman dengan tubuhnya", aku sejumlah perempuan. Benarkah Seksis dan Melecehkan? Ramainya cuitan dan tulisan terkait fisik Jojo, menimbulkan suara-suara penuh pertanyaan di media sosial. Apakah mengomentari badan si atlet adalah tindakah seksis atau bahkan melecehkan? Misalnya akun @rendyadiwilaga yang seperti tersadarkan, “ternyata objektifikasi bukan cuma milik kaum pria terhadap perempuan, perempuan juga ga kalah brutal ya haha.” Thalia bahkan merasa malu teman-teman wanitanya memuji Jojo “dengan kata-kata yang menjurus ke arah “sana”. Secara ga langsung kalian udah ngelakuin pelecehan,” tegasnya. Kepada VOA Indonesia, aktivis perempuan Chika Noya menilai komentar banyak-netizen terkait fisik Jojo adalah tindakan yang “seksis, kita kurang menghargai Jojo sebagai atlet.” “Dia (Jojo) atlet. Skillnya dilatih bertahun-tahun. Harusnya skill-nya itu yang dilihat, bukan dia sebagai objek seksualitas. Dia bukan penari telanjang, bukan model yang berolah raga supaya tampak ideal, seperti yang dianggap ideal dalam lingkungan patriarki,” tutur Chika. Chika juga menambahkan, jika perempuan menuntut keadilan agar tidak dinilai dan dikomentari dari fisiknya, hal yang sama juga harus diterapkan kepada laki-laki. Apa yang dikatakan Chika, setidaknya tergambar lewat komentar pemilik akun Facebook, Hubertus Cahyo Argo di bawah ini, yang telah di-share lebih dari 5.000 kali. Atau Willsen, yang di akun Twitternya bercerita, “Ada yang nulis "Rahim gw anget liat Jojo buka baju."... Andai cewek yang diomongin gini udah koar-koar pelecehan seksual blablabla sexual harrasment blablabla. Ciwik-ciwik memang lebih beringas.” Menurut Chika, banyaknya perempuan yang mencurahkan komentar mengenai badan Jojo “tanpa merasa melakukan pelecehan”, karena nilai-nilai patriarki (sistem sosial yang menempatkan lelaki sebagai pemegang kekuasaan utama) sudah dianggap wajar. “Di lingkungan di mana kesetaraan tidak terjadi; jika perempuan disiul, dicolek tidak dianggap salah, malah bisa dianggap kebanggaan karena dinilai cantik, sesuatu yang sebenarnya merendahkan tetapi karena terus-menerus dianggap biasa, jadilah hal yang wajar. Jadi, mereka (perempuan) merasa biasa saja (melakukannya).” Atau Aspirasi dan Kekaguman Belaka? Namun, tidak semua pihak sependapat dengan Chika. Misalnya Asprilla RD Admaja. Menggunakan akun Twitter-nya @filadmojo dia menulis, “fenomena “Rahim anget” sebagai aspirasi seksual, bukan pelecehan seksual. Dasarnya karena relasi kuasa. Netizen perempuan tidak punya kuasa apapun terhadap Jojo, jadi tidak masuk pelecehan seksual.” Pengamat Gender dan Seksualitas dari Universitas Indonesia, Irwan Hidayana, lewat sambungan telpon menuturkan kepada VOA Indonesia bahwa dia “belum melihat seksisme” dari komentar para warganet terkait Jojo. “Jangan-jangan bagi si Jojo (komentar-komentar) itu jadi kebanggaan dia sebagai laki-laki, punya tubuh maskulin yang (dianggap) ideal oleh konstruksi sosial-masyarakat ini,” cerita Irwan. Irwan bahkan melihat hal yang menarik dari fenomena Jojo ini, di mana perempuan lebih terbuka mengekspresikan kekagumannya pada tubuh lelaki. Dalam wawancara usai salah satu laga Asian Games 2018 di salah satu stasiun TV resmi ajang itu, Indosiar, Jojo mengakui bahwa sorakan penonton saat dia membuka baju adalah semangat baginya. “Sebenarnya dari beberapa pertandingan sebelum Asian Games, ya mereka (penonton) juga berteriak saat saya buka baju. Gak tahu kenapa saat saya buka baju mereka berteriak, tetapi itu membuat motivasi saya lebih lagi,” kata Jojo. Dan bisa dilihat, setidaknya pada dua pertandingan, semifinal dan final tunggal putra badminton Asian Games 2018, Jojo langsung membuka bajunya setelah memastikan dirinya menang, diikuti tepuk tangan dan sorakan riuh penonton. Aktivis perempuan Chika Noya, menganggap wajar Jojo merasa bangga. “Dia bukan perempuan yang sudah diobjektifikasi dari lahir. Yang dicolek, disiulin. Dia tidak sadar menjadi objek seksual, dia tidak sadar kalau sedang direndahkan. Namun, di tengah berbagai argumentasi itu, satu hal yang perlu diingat adalah Jonatan ‘Jojo’ Christie adalah atlet membanggakan yang telah menyumbangkan emas bagi Indonesia. Seperti kata seorang netizen, Gita, lewat akun Twitternya @GitaNatalia, “Bingung gw haha kesel ama orang yang berlebihan banget komen soal jojo buka baju, rahim angetlah, apalah apalah. Sebel juga sama orang yang nanggepin berlebihan soal sexual harrasment, pelecehan seksual dsb. Chill. Sans deh.” (RH)

5 Atlet Populer Asian Games: Mantan Pemulung, Terkaya di Indonesia, Hingga yang Buka Baju

Selasa, 28 Agustus 2018 Sampai Senin (27/08), Indonesia sudah melewati target perolehan medali emas di Asian Games 2018, yaitu dengan 22 emas. Total, Indonesia sudah meraih 64 medali, melebihi pencapaian tertinggi pada 1962 silam, dengan 51 medali. Namun, perolehan medali ini bukan satu-satunya yang menjadi buah bibir penonton. Asian Games juga mencuatkan nama sejumlah atlet Indonesia ke panggung popularitas, karena berbagai kondisi, prestasi dan aksi yang mereka lakukan. VOA Indonesia merangkum lima di antaranya. Si Kembar Mantan Pemulung “Kehidupan ini keras.. Saudara.. Tapi jangan gampang menyerah dengan keadaan. Allah tidak akan merubah jika kita tidak merubahnya sendiri.” Tulisan di akun Instagram, @lenitwins ini hampir di-like 3.000 kali. Pemilik akun, Leni dan saudari kembarnya, Lena adalah atlet sepak takraw Indonesia yang ikut berlaga di Asian Games 2018. Foto yang mendampingi tulisan di unggahan Instagram tersebut, sekaligus menjadi gambaran perjuangan hidup keduanya. Sebelum menjadi atlet sepak takraw, Lena dan Leni, yang tumbuh di keluarga dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah, harus berjuang dari hari ke hari agar bisa ‘bertahan hidup’. Mulai dari menjadi pekerja cuci piring, buruh cuci baju, hingga memulung, mereka lakukan. Bahkan, menjadi atlet sepak takraw dipilih agar mereka bisa terus bersekolah. “Soalnya di sekolah (SMA), kalau jadi atlet takraw, gratis sekolahnya,” kata Lena dalam sebuah wawancara yang diunggah oleh kanal resmi Kementerian Pemuda dan Olahraga, di Youtube. Para netizen pun ramai memberikan pujian. Misalnya pemilik akun Twitter @sayasinners yang mencuit, “From zero to hero. Proud!”. Sepanjang karir mereka yang dimulai 2006 lalu, keduanya telah meraih berbagai prestasi, mulai menyumbangkan 2 medali perunggu di Asian Games 2014 di Incheon, hingga medali perak di Sea Games 2017. Berkat prestasi tersebut, Lena dan Leni, bahkan telah memberangkatkan kedua orang tua mereka pergi berhaji. Meskipun begitu, hingga berita ini diturunkan, mereka belum menyumbangkan medali pada Asian Games 2018. Suami-Istri Peraih Emas Iqbal Candra Pratama dan Sarah Tria Monita adalah dua atlet yang menjadi bagian tim pencak silat Indonesia yang menyapu bersih 8 emas di Asian Games 2018, Senin (27/08). Namun, mungkin tidak banyak yang tahu bahwa keduanya adalah pasangan suami-istri. Mereka bahkan baru menikah 23 Maret 2018 lalu. Sang suami, Iqbal, meraih emas di kelas D (60-65kg) setelah mengalahkan pesilat Vietnam, Ngoc Toan Nguyen dengan skor 1-4. Lelaki berusia 22 tahun itu mendalami pencak silat sejak masih berusia 10 tahun. Sementara, sang istri, Sarah, merebut emas di kelas C (55-60kg) setelah mengalahkan atlet Laos, Nong Oy Vongphakdy, dengan skor telak 5-0. Sarah, yang kini berusia 22 tahun, mulai serius menekuni pencak silat sejak 8 tahun lalu. Kepada wartawan di Jakarta, Iqbal dan Sarah bercerita bahwa mereka saling menyemangati satu sama lain jelang final. “Tadi malam begitu tau besok main, ngomong besok fokus ya sama-sama tanding, sama-sama berjuang, kalau bisa harus raih emas untuk Indonesia," cerita Iqbal, Senin, (27/08). Dengan raihan emas ini, sesuai janji Kementerian Pemuda dan Olahraga, keduanya akan memboyong pulang uang total Rp3 miliar, di samping berbagai hadiah lain. Terkaya dan Raih Medali Berusia 78 tahun, Michael Bambang Hartono adalah atlet paling tua yang berlaga di Asian Games 2018. Dia membela Indonesia di cabang olahraga bridge dan telah menyumbangkan medali perunggu. Lelaki kelahiran Kudus, Jawa Tengah, yang gemar bermain bridge sejak berusia 6 tahun itu, juga merupakan salah satu orang terkaya di Indonesia. Menurut catatan Forbes pada Maret 2018, total pundi-pundinya mencapai $16,7 miliar atau sekitar Rp225 triliun. Tidak hanya itu, Bambang, yang merupakan pemilik perusahaan rokok Djarum dan punya investasi di Bank BCA, menempati urutan ke-75 orang terkaya sedunia. Seorang pengguna media sosial dengan akun @gilangdwinata menggunakan akun Twitter-nya berseloroh, saat mendapat hadiah medali senilai Rp500 juta, Bambang akan menjawab, “Aduh gk usah repot2 saya buru2 ini udah ditungguin tamu. udah itu pegang dulu aja (uangnya)." Pemerintah memang menjanjikan berbagai hadiah untuk atlet peraih medali di Asian Games 2018. Yosi, pemilik akun Twitter @freenandyka juga bercanda menulis, “Akhirnya setelah berpuluh-puluh tahun, Bambang Hartono keterima jadi PNS. Takdir manusia memang tak tertebak. Selamat.” Tukang Lipat Parasut Berprestasi Kamis (23/08) bisa jadi adalah salah satu hari paling membahagiakan di hidup Jafro Megawanto. Dia berhasil meraih medali emas cabang olahraga paralayang, nomor akurasi tunggal putra. Namun, sebelum bergelimang prestasi, 9 tahun lalu, saat Jafro masih berusia 13 tahun, dia ternyata adalah seorang tukang lipat parasut. Gajinya kala itu hanya Rp5.000. Hasratnya untuk menjadi atlet juga sempat terkendala biaya untuk berlatif. Namun, segala jerih payahnya terbayarkan ketika pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 di Jawa Timur, Jafro menyumbangkan satu medali emas untuk Jawa Timur. Prestasinya pun kemudian mulai mendunia. Pada 2017, Jafro meraih peringkat kedua Piala Dunia Paralayang Akurasi (PGAWC) Paralayang di Kanada. Memasuki 2018, prestasinya pun semakin mentereng. Selain menjadi juara pada Piala Dunia Paralayang Akurasi (PGAWC) di Kazakhstan, dia juga bertengger pada peringkat kelima dunia, daftar atlet paralayang nomor ketepatan mendarat tunggal putra. Selebrasi Buka Baju Namun, rasanya tidak ada atlet Indonesia yang bisa membuat netizen ramai bergemuruh berkomentar di lini massa, melebihi pebulu tangkis Jonatan Christie, atau yang akrab disapa Jojo. Usai mengalahkan pebulu tangkis Jepang, Kenta Nishimoto, dalam tiga set pada babak semi final, Senin (27/08), Jojo melakukan selebrasi kemenangannya dengan membuka baju. Warganet pun ramai mengomentari aksi itu dengan menggunakan Tagar #AyoJojo atau #JojoBisa. Pemilik akun Twitter @nur_halizaa mencuit, “ Masih terbayang bayang indah di dalam pikiran ketika jojo bisa ngepel di lapangan, kemudian buka baju di lapangan lalu menunjukkan badannya yg super duper ADUHHHHH lalu lempar baju ke penonton ARGH pikiranku masih terngiang ngiang olehmu jo..” Sementara dengan nada bercanda, warganet bernama Susi menggunakan akunnya, @susijacinda22 menulis, “Untunglah si jojo gak lagi habis kerokkan, gak bisa bayangin dech tambah kerenkan klo ada lorengnya kyk tutul gtu??” “Untung Jojo tadi selebrasi nya buka baju doang , kalo buka warung bisa ribet deh tuh,” cuit M. Nugroho T. Prestasi Jojo yang masih berusia 20 tahun, ternyata membuat sejumlah warganet bertanya-tanya soal prestasinya sendiri. “Liat atlit2 udah ada pencapaian diumur segitu lah gue? Jadi pgn balik kecil lagi biar bisa bangun ulang idup gue. Sedih bgt,” tulis pemilik akun @lovethemall99. Masuk ke babak final, Jonatan Christie akan bertarung melawan pebulu tangkis Taiwan, Chou Tienchen, Selasa (28/08) siang. Tienchen adalah atlet yang sebelumnya menaklukkan atlet Indonesia Anthony Sinisuka Ginting. Pemilik akun @irvankhatami_ pun menulis, “Harapan gue mlm ini sbelum menutup mata untuk tidur,:Bsk Jojo bisa sukses menangin medali emas dan mmbuat lagu Indonesia Raya berkumandang di Istora, serta mmbuat bendera Indonesia ada di puncak tertinggi tiang. Amin.” (RH)

WHO: Rasa Puas, Misinformasi Sebabkan Peningkatan Dramatis Penyakit Campak di Eropa

Senin, 27 Agustus 2018 Organisasi Kesehatan Dunia WHO mengingatkan rasa puas diri dan misinformasi yang menghubungkan vaksin campak dengan dampak sampingan yang berbahaya telah mengakibatkan kasus campak di kawasan Eropa dalam satu dekade terakhir naik ke tingkat tertinggi.

Teknologi Cegah Kematian Bayi Baru Lahir di Sub-Sahara Afrika

Minggu, 26 Agustus 2018 Di seluruh dunia, 2,6 juta bayi meninggal sebulan setelah dilahirkan, menurut Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO). Sebagian besar dari kematian itu terjadi di negara-negara berkembang dimana layanan kesehatan kurang memadai. Proyek NEST360° di Institut Rice 360° untuk Kesehatan Global di Houston berupaya mengurangi jumlah kematian bayi yang baru lahir di sub-Sahara Afrika. Kuncinya adalah menyediakan perangkat medis yang layak bagi rumah sakit di kawasan itu.
Kalender Agenda

Sosial

Sholat

Kota: Banda Aceh
Lat: 5.53
Lng: 95.32