Paska Tsunami, pelayanan Kesehatan di Aceh Meningkat

Kategori : Government Minggu, 21 Desember 2014

Hasil penelitian dari Brahmaputra Marjadi, lisa Thomson, dan Graham Robert dari University of New South Wales Australia serta Andreasta Meliala dari Universitas Gajah Mada   menyatakan bahwa terjadi peningkatan pelayanan kesehatan di provinsi Aceh paska tsunami.

Dalam pemaparannya di aula Rumah Sakit Jiwa Aceh, Selasa 16 Desember 2014, ketua tim, Dr. Brahmaputra Marjadi, MPH, PhD menyebutkan, penelitian mereka yang berjudul   Pembangunan Kembali Sumberdaya Manusia Kesehatan paska tsunami 2004 mendapatkan hasil bahwa terjadi peningkatan pada indikator proses kesehatan berupa jumlah dan mutu fasilitas, jumlah dan kualitas sumberdaya manusia bidang kesehatan, peningkatan jumlah pelayanan baru dan adanya penerapan Jaminan Kesehatan untuk seluruh rakyat Aceh.

Brahmaputra juga menyatakan, hasil penelitian mereka juga mendapati ada beberapa tantangan bagi SDM tenaga kesehatan di Aceh seperti penyebaran yang belum merata, peningkatan koordinasi manajemen SDM kesehatan secara vertikal dan horizontal dalam konteks desentralisasi serta komposisi dan jumlah SDM kesehatan yang belum efektif serta perlunya mengendalikan produksi yang berlebih

Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr. M. Yani, M.Kes, PKK yang hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan, hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa program pemerintah Aceh dalam bidang kesehatan memberi hasil bagus, namun masih ada tantangan besar, misalnya belum meratanya distribusi tenaga kesehatan serta jenis tenaga yang tidak proporsional, jumlah perawat dan bidan yang melebihi daya tampung namun beberapa jenis tenaga kesehatan lainnya justru masih kurang.

dr. Amren Rahim, Direktur Rumah Sakit Jiwa Aceh yang juga terlibat dalam penelitian ini mengatakan bahwa penelitian ini memberi gambaran tentang keadaan pelayanan dan tenaga kesehatan di Aceh paska tsunami, ini menjadi informasi penting untuk pengelola bidang kesehatan di Aceh dan berharap akan ada penelitian lanjutan tentang kondisi ideal tenaga kesehatan yang dibutuhkan di Aceh.

Acara pemaparan hasil penelitian tersebut juga dihadiri oleh Kepala Badan litbangkes Aceh, Fahmi Ikhwansyah,SKP,MPH, perwakilan dari Dinkes Aceh, Dinkes Banda Aceh, Dinkes Aceh Utara, BKPP Aceh, LAN RI, RSUZA, RSIA, Fakultak Kedokteran Unsyiah, Poltekes Kemenkes dan Universitas Almuslim Bireun. (Humas RSJ ACEH)

 

comments powered by Disqus

Sosial

Sholat

Kota: Banda Aceh
Lat: 5.53
Lng: 95.32