Selamat Datang Di Situs Resmi Rumah Sakit Jiwa Aceh

Memperingati Satu Dekade Rumoh Harapan Atjeh, RSJ Aceh Adakan Webinar Nasional

Kategori : Berita Sabtu, 29 Agustus 2020 - Oleh humas

Banda Aceh -  Dalam rangka memperingati satu dekade Pelayanan Rehabilitasi Napza atau Rumoh Harapan Atjeh (RHA), Rumah Sakit Jiwa Aceh (RSJA) adakan Webinar Nasional melalui aplikasi zoom, Sabtu (29/08/2020).

Kegiatan yang bertempat di lantai 3 gedung rawat jalan tersebut turut di hadiri Direktur RSJA, dr. Makhrozal, M.Kes sebagai pembicara utama, Psikiatri Konsultan Adiksi RSJA, dr. Syahrial, SpKJ (K) sebagai pemateri, Kepala Instalasi Napza RSJA, dr. Arifdian sebagai pembicara, Psikolog Klinis, Yulia Direzkia, S.Psi, M.Si., Psikolog sebagai Moderator, Wakil Direktur Pelayanan, drg. Sarifah Yessi Hediyati, M.Kes dan panitia beserta staff RSJA.

Pada kesempatan itu Direktur RSJA menyampaikan RHA bekerjasama dengan Diklat RSJA yang sudah mengadakan webinar yang diikuti oleh peserta nasional dan nantinya webinar ini akan diadakan rutin setiap bulannya sampai dengan bulan desember yang di mulai dari bulan Agustus ini dengan narasumber merupakan pakar-pakar yang ada di RSJA sendiri.

"Webinar ini sendiri diadakan untuk memberikan infomasi kepada masyarakat terkait bahayanya narkoba dan pelaksanaan rehabilitasi napza di RSJ Aceh yang sebernarnya sudah berlangsung lama dan kita harapkan bersama mutu pelayanan untuk residen Instalasi Rehabilitasi Napza akan lebih baik lagi kedepannya." Jelas Makhrozal

"Awalnya target kita adalah aceh ternyata yang mendaftar cukup banyak "nasional" dan tadi kita dengarkan cukup baik, baik itu untuk perbaikan kita sendiri maupun untuk teman-teman di daerah masing-masing untuk melakukan peningkatan-peningkatan pelayanan instalasi napzanya" pungkasnya.

Direktur RSJ Aceh mengharapkan RHA terus bisa memberikan pelayanan dan program-program yang cukup baik. Dimana RHA RSJA berbasis hospital base yang merupakan suatu unggulan.

RSJA terus berupaya untuk meningkatkan pengembangan pelayanan unggulan RHA, salah satunya yang sedang di upayakan adalah program di kutamalaka. Kutamalaka memiliki lahan 25,6 Hektar tersebut akan dikembangkan RHA RSJA untuk pengembangan dari pada RHA atau Rehabilitasi Napza.

"Kita berupaya secepatnya insyaallah dalam waktu dekat rehab napza beberapa kali dalam satu bulan akan mulai nanti aktifitas di sana, namun kita melihat sarana dan prasarana disana baru 15 %, kita menunggu fasilitasi baik sarana maupun prasarananya lebih lengkap lagi dan nantinya kita akan pindah kesana untuk khusus RHA sementara untuk RSJAnya sudah representatif berada di sini tidak ada permasalahan dan intinya sudah cukup baik." Ungkap Makhrozal.

Selama pandemi COVID-19 program RHA khususnya mengundang keluarga residen ke RSJA tidak memungkinkan untuk dilakukan dan digantikan dengan aplikasi online atau daring.

"Selain organisasi dokter kemudian organisasi perawat, psikolog dan nakes lainnya kita undang. Keluarga adalah paling utama yang kita undang mengikuti kegiatan ini, supaya pengetahuan mereka tentang adiksi tidak hilang akibat pendemi ini." Jelas dr. Arifdian.

Peserta webinar satu dekade Pelayanan Instalasi Napza RHA RSJA ini mencapai 400 orang dari beberapa daerah di seluruh indonesia dan turut di hadiri secara daring yakni Anggota Dewas RSJA, ARSAWAKOI, para Pejabat SKPA dan BNNP Aceh.

"Alhamdulillah peserta kita sekitar 400 orang yang mendaftar, dimana ini terdiri dari luar aceh juga. Ada dari jawa, kalimantan, sulawesi dan lain-lain. Tidak terlepas juga untuk di provinsi aceh Anggota Dewas, ARSAWAKOI, para pejabat SKPA, BNNP Aceh yang semua peserta hari ini cukup antusias mengikuti acara webinar ini." Ungkap dr. Arifdian

Kegiatan tersebut ditutup dengan menjawab pertanyaan dari peserta yang dijawab oleh dr. Syahrial, SpKJ (K) dan dr. Arifdian. [NK]

 

comments powered by Disqus