Selamat Datang Di Situs Resmi Rumah Sakit Jiwa Aceh

Ramadhan dan Imunitas Tubuh by dr. Humaira

Kategori : Artikel Senin, 12 April 2021 - Oleh humas

Tamu agung yang dinanti- nanti segera tiba. Umat Islam senantiasa menunggu kedatangan Ramadhan bulan mulia penuh pengampunan. Puasa Ramadhan merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh setiap Muslim. Disamping ibadah- ibadah sunat lainnya yang luar biasa ganjaran pahalanya. Disisi lain muncul kekhawatiran dari sebagian orang bahwa dengan puasa selama satu bulan dapat menurunkan kemampuan tubuh untuk melawan penyakit terutama infeksi. Namun demikian, sebagian lainnya malah menganggap puasa dapat meningkatkan imunitas tubuh.


Kita semua paham bahwa salah satu obat dari covid-19 adalah imunitas atau daya tahan tubuh. Sistem imun adalah sistem tubuh manusia yang memiliki fungsi untuk melawan semua penyebab penyakit seperti bakteri, virus, jamur, parasit dan zat-zat penyebab alergi. Ini adalah obat dari segala obat yang Allah anugerahkan kepada manusia.


Manfaat puasa untuk kesehatan sudah banyak dibuktikan melalui penelitian. Peneliti asal Jepang bernama Profesor Yoshinori Ohsumi membuktikan secara ilmiah bahwa puasa dapat membawa dampak positif bagi kesehatan. Beliau menemukan bahwa puasa berkaitan erat dengan autophagy. Proses autophagy menyebabkan sel dapat mengisolasi bagian dari sel yang rusak, mati, tidak bisa diperbaiki, terserang penyakit maupun terinfeksi. Setelah mengisolasi bagian yang bermasalah, sel kemudian menghancurkan bagian tersebut menjadi sesuatu yang tidak membahayakan dan melakukan daur ulang untuk menghasilkan energi dalam sel. Cara sederhana untuk memancing terjadinya autophagy adalah membuat tubuh kekurangan nutrisi minimal 12 jam. Hal ini sesuai dengan proses dan durasi puasa yang dikerjakan oleh umat Islam. Atas penemuan ini, sang peneliti dinobatkan sebagai peraih nobel bidang kedokteran pada tahun 2016.


Penelitian oleh Profesor Valter Longo menemukan bahwa puasa dapat disebut sebagai pembalik sakelar regeneratif yang mendorong sel induk menciptakan sel darah putih baru. Penciptaan sel darah putih baru inilah yang mendasari regenerasi seluruh sistem imunitas tubuh dan pada saat puasa tubuh menyingkirkan bagian-bagian dari sistem yang mungkin rusak, tua, atau tidak efisien.


Temuan terbaru dari Ayse L Mindikoglu dan kawan- kawan menyebutkan bahwa puasa intermiten 30 hari dari fajar hingga matahari terbenam dapat menjadi pendekatan pencegahan (preventif) dan pengobatan (terapeutik) pada kanker, penyakit metabolik, peradangan dan penyakit sistem kekebalan tubuh, penyakit Alzheimer dan gangguan neuropsikiatri. Sungguh besar rahmat Allah, setiap perintah Nya kepada manusia khususnya umat Islam mempunyai hikmah yang luar biasa baik tersurat maupun tersirat.


Secara umum esensi puasa dalam hubungannya dengan kesehatan bisa dijelaskan dalam beberapa prinsip. Prinsip pertama bahwa puasa merupakan bentuk pengendalian diri. Salah satu contoh pengendalian diri adalah tidak makan dan minum secara berlebih- lebihan. Allah berfirman dalam surat Al A’raf ayat 31 yang artinya “Dan makan dan minumlah kalian, dan janganlah berlebih-lebihan, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang melampaui batas. Harapannya adalah orang yang berpuasa melakukan sahur dan berbuka secukupnya. Puasa mengajarkan bahwa dalam proses makan atau mengkonsumsi sesuatu harus pada titik seimbangnya Bahkan sahur dapat dilakukan dengan mengonsumsi hanya dengan kurma seperti hadist Rasulullah yang diriwayatkan oleh Abu Dawud yang artinya sebaik-baik konsumsi makan sahur seorang mukmin adalah kurma.


Kedua, ketika puasa berarti mengistirahatkan sementara peran-peran dalam tubuh seperti pencernaan dan lain- lain. Lambung yang tidak pernah beristirahat akibat makan tiga kali sehari, akhirnya bisa beristirahat selama puasa. Hal ini agar organ bisa bekerja lebih baik lagi setelah puasa, energi tubuh menjadi lebih terarah untuk proses perbaikan sel-sel dan sistem tubuh yang rusak.


Prinsip yang ketiga adalah puasa sebagai perisai atau tameng bagi ruh dan badan. Nabi bersabda dalam hadist riwayat Bukhari yang artinya Puasa adalah perisai (tameng). Pengertian perisai di sini adalah puasa bisa menjadi pelindung atau proteksi dari berbagai penyakit baik itu lahiriah maupun batiniah.
Panduan WHO.


Tahun lalu WHO mengeluarkan report yang berjudul ‘Safe Ramadan practices in the context of the COVID-19”. Beberapa panduan yang diberikan adalah pertama, orang yang sehat dapat melakukan puasa seperti tahun- tahun sebelumnya, bagi orang yang terinfeksi Covid- 19 mengikuti anjuran dokter maupun pemuka Agama. Kedua apabila melakukan aktifitas fisik di luar rumah maka selalu melakukan cuci tangan, menjaga jarak fisik. Tetapi aktifitas di dalam rumah yang paling dianjurkan.


Panduan ketiga, diet dan nutrisi yang sehat diantaranya mengkomsumsi makanan segar dan banyak minum air. Nutrisi dan hidrasi yang tepat sangat penting selama bulan Ramadhan. Asupan gizi seimbang adalah kunci utama termasuk mengkonsumsi buah dan sayur pada menu sahur dan buka puasa. Buah-buahan yang mengandung vitamin C penting dalam menjaga kekebalan tubuh. Selain vitamin C, zinc juga berperan sebagai salah satu mineral pembangun kekebalan. Sumber makanan yang mengandung zinc adalah daging ayam, daging sapi, dan sayur-sayuran.


Keempat, dianjurkan untuk tidak merokok karena meningkatkan resiko terhadap Covid- 19. Panduan yang terakhir adalah memperbanyak doa, berbagi serta peduli dengan sesama demi mewujudkan kesehatan mental dan psikososial.


Menjaga daya tahan dan mempertahankan tubuh tetap sehat merupakan salah satu tantangan utama ketika sedang berpuasa. Asupan makanan yang terbatas menjadi penghambat untuk beraktivitas secara normal. Oleh karena itu, jangan takut untuk konsumsi suplemen ketika puasa. Hal ini bermanfaat untuk mencegah terjadinya penurunan nutrisi saat puasa karena tubuh bekerja dua kali lebih keras dibanding biasanya.


Sudah seharusnya kita menggunakan momen puasa Ramadhan ini sebagai kesempatan terbaik untuk kembali ke gaya hidup sehat dimana seorang muslim akan dapat mengatur pola makan optimal. Bulan Ramadhan adalah bulan penuh berkah dimana keberkahannya tidak hanya sebatas pada urusan akhirat saja namun juga pada urusan dunia termasuk kesehatan. Saatnya umat Islam menjalankan puasa dengan khusyuk. Mudah-mudahan membawa kepada predikat taqwa, selain mendapatkan imunitas yang lebih baik.

 

comments powered by Disqus