Sejarah Singkat
Ditulis oleh rsjaceh, pada Kamis, 01 Januari 1970

Tahun 1920 :

Rumah Sakit Jiwa pertama kali dibangun semasa pendudukan Hindia Belanda. Dengan memanfaatkan Rumah Sakit Tentara Sabang  milik Dephankam  yang telah kosong dengan TT 1300. Sesudah kemerdekaan RI Rumah Sakit Jiwa menempati    2 bangsal  pada Rumah Sakit Umum Dr. zainoel Abidin. Sebagian lagi menumpang di Rumah Sakit Tentara Kuta Alam (sekarang Kesdam) Banda Aceh

Tahun 1963 :

Didirikan beberapa bangsal Rumah Sakit Jiwa  dan perumahan pegawai di Lhoknga Aceh Besar

Tahun 1976:

  • Rumah Sakit Jiwa mulai dibangun  di lokasi sekarang yaitu kawasan Lampriet Banda Aceh berdekatan dengan RSUD Zainoel Abidin.
  • Selanjutmya dibawah pengelolaan Departemen Kesehatan RI, berdasarkan SK Menkes No. 135/78 status Rumah Sakit  Jiwa Kelas B.

Tahun 1994:

Rumah Sakit Jiwa menjadi Rumah Sakit Jiwa Kelas A, berdasarkan Surat Keputusan Menkes No. 303/MENKES/SK/IV/1994 tanggal 8 April 1994

RSJ dulu

Tahun 2001:

Rumah Sakit Jiwa  Pusat  diserahkan dari Pemerintah Pusat kepada pemerintah daerah dan ditetapkan menjadi Badan Pelaya    nan Kesehatan Jiwa (BPKJ) Provinsi Nanggroe Aceh Darussa     lam, berdasarkan  Peraturan Daerah No. 42 Tahun 2001

Tahun 2008:

  • BPKJ Provinsi NAD kembali menjadi Rumah Sakit Jiwa Provinsi NAD berdasarkan Qanun No. 5 Tahun 2007 Tentang Susunan  Organisasi dan Tata Kerja Dinas, Lembaga Teknis Daerah dan  Lembaga NAD
  • Pasca tsunami 26 Desember 2004 sebagian bangunan telah  direkonstruksi dan renovasi oleh Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-NIAS dan Palang Merah Norwegia

Tahun  2011 :

Rumah Sakit Jiwa Aceh menjadi Badan Layanan Umum Da erah (BLUD) Rumah Sakit Jiwa  berdasarkan  Surat Keputu  san Gubernur Aceh No.445/689/2011, tanggal 20 Desember   2011

Sosial

Sholat

Kota: Banda Aceh
Lat: 5.53
Lng: 95.32